"Mommy, nggak tahu pasti. Tapi, katanya pernah dekat," jawab Siska. Kanaya terdiam membisu mencerna ucapan Siska. Dia tertegun sejenak memikirkan nomor tak dikenal yang mengirim foto Aldo dan Anisa. Siska menegur Kanaya seraya mendaratkan tangannya di bahu Kanaya. "Lebih baik kamu istirahat. Sudah malam banget." "Iya, Mommy. Lala dan Lili juga sudah tidur. Tadi mereka rebutan boneka. Untungnya Lala mengalah." Siska pun mengangguk pelan seraya bangkit berdiri. Meskipun, saat ini dia sedang bersedih. Siska tak menonjolkan bahwa dirinya berada di titik kecewa. Lalu berjalan gontai menuju kamar singgasananya, sedangkan Kanaya masih duduk seraya menatap gambar Aldo dan Anisa. "Apakah harus aku tanya ini ke Aldo? Tapi, nggak usah lagian dia juga mau terima aku adanya." Kanaya pun tersenyum

