Tring!! Suara bel berbunyi nyaring. Siska pun bergegas kembali membuka pintu. Aroma parfum maskulin menguar ke seluruh ruangan. Degub jantung Kanaya semakin kencang berlari maraton. Seakan tahu pemilik debar jantung tersebut lelaki yang kini melangkah tegap dan sorot matanya bak elang. "Nathan, Papi?" lirih Kanaya terbelalak. "Kalian datang juga akhirnya," timpal Siska sambil berjalan gontai dan memang sudah mempersiapkan kursi untuk Bisma dan Nathan. Bahkan, bola matanya Kanaya hampir lepas karena melihat penampilan dua lelaki yang ada di depannya serasi dan senada dari warna jas yang mencolok berwarna kuning cerah serta memakai kemeja dalamnya yang berwarna biru. Ini bukan penampilan Bisma dan Nathan. Lelaki berdua itu keluar dari jalur penampilan mereka yang biasanya lebih kerap

