Wanita berpakaian fashionable itu pun meremas punggung tangan Kanaya, dia mengulum senyum lebar. "Apakah harus saya jawab? Yang penting Aldo bahagia bersamamu." Keduanya berdialog hangat. Kanaya merasa nyaman mengobrol dengan Ibu Aldo yang benar-benar berubah seratus persen. Lalu wanita paruh baya itu bangkit berdiri dan undur diri pulang. "Ingat jangan pernah kecewain Aldo. Jangan sampai masa lalumu datang dan mengacaukan rumah tangga kalian! Jangan ada Nathan di acara pernikahan nanti." Kanaya terdiam membisu sejenak, sebisa mungkin dia mengulas senyum sangat manis ikut bangkit berdiri sambil mengangguk pelan. Di lain sisi Layla menginginkan ada Nathan di acara pernikahan nanti, tetapi Ibu Aldo tak mau ada Nathan. Sungguh sangat dilema sekali bukan. Di mana hari pernikahan semakin d

