"Luka akibat sebuah penghianatan selalu menjadi yang terperih di antara luka lainnya." _Kanaya. Plak!! Bisma menampar pipi Kanaya. Lelaki itu memang selalu kasar, yang berbicara selalu main tangan dan mulutnya yang pedas melebihi level dua puluh. "Jaga kesopananmu dia Mamimu juga," tegur Bisma memelotot. "Mami ... dia bukan Mommyku. Mommyku hanya satu bernama Siska. Asal kalian tahu. Kalau aku tak akan pernah memberikan anakku pada kalian!" hardik Kanaya tersenyum lebar. Dia seka air matanya. Tak ada gunanya menangis di depan Bisma dan Selomita. Justru dia akan tampak terlihat lemah. Kanaya mendadak diam membisu sejenak untuk mengumpulkan keberanian melawan Bisma dan Selomita. Sejurus kemudian dia berkata, "Jika Sisil tahu kalau ini adalah anak Nathan. Bagaimana reaksinya? Mungkin ru

