"Argghhhhhhh, sakitttt!!" keluh Kanaya seraya memegang bantal. Satu jam sudah berlalu, tetapi belum ada perkembangan juga. Kanaya terlentang sambil melebarkan kedua kakinya. Di depannya ada dua perawat dan satu dokter. Mereka sibuk melihat perkembangan Kanaya. Raut wajah dokter itu tegang. Dia sudah menengok keadaan Kanaya yang baru pembukaan tiga. Belum ada kemajuan sama sekali, sedangkan darah, dan air ketuban sudah keluar deras dari jalan rahim Kanaya. Kontraksi perut seakan mempermainkan Kanaya. Wanita itu meringis menahan sakit. "Belum ada pembukaan lagi. Kita harus menunggu." Dokter itu berucap sembari mengusap puncak kepala Kanaya. Dia pun takut terjadi apa-apa kepada Kanaya. Wanita itu lalu berkata, "Saya akan memberikan induksi, bila empat jam ini tak ada pembukaan lagi." "

