Mau Melahirkan

1531 Kata

Di ruang serba putih. Wanita berbadan kurus itu merebahkan kepalanya di dadaa bidang Nathan. Jari mereka bertautan saling berpegangan. Terdengar suara tangisan sedu-sedan Sisil kala mengetahui bila anaknya tak bisa diselamatkan dan ada satu hal lagi yang membuat Sisil bak menjadi wanita yang tak ada gunanya karena rahimnya sudah diangkat. Selomita dan Bisma sedari tadi yang ada di sana pun terdiam membisu. Mau bagaimana lagi ini sudah suratan takdir. Manusia hanya berencana, selanjutnya ada di tangan Tuhan. Begitupun kehidupan Sisil dan Nathan yang baru saja mendapatkan penghargaan pasangan suami istri yang paling romantis dan memiliki kekayaan yang banyak. Akan tetapi, ternyata Tuhan justru mengambil harta yang paling berharga bagi Sisil yaitu anak. "Harusnya aku sudah gendong kamu, Nak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN