Nanas dan Rambutan

1135 Kata

Dua insan manusia itu duduk saling berhadapan. Tatapan si wanita memicing tajam dan mulutnya mengatup. Entah sudah berapa lama mereka duduk membisu di kedai kopi itu. Pasca Sisil memergoki Nathan datang ke rumah Kanaya dan mendengarkan ocehan Aldo. Iya, Sisil diam-diam sengaja menguntit Nathan. Dia masuk ke dalam mobil. Merasa ada yang aneh karena lelaki tersebut sering termenung dan lebih banyak diam. Bahkan, pasca pulang dari rumah sakit. Sang suami jarang mengajak Sisil mengobrol. Kini tonggak peristiwa di mana dia sudah gelisah dan resah. Lalu memutuskan untuk menguntit sang suami. Akhirnya, yang dia lihat adalah di mana Nathan datang ke rumah Kanaya dan itu sangat menyakitkan hati Sisil. "Apakah Kanaya hamil?" tanya Sisil membuka pembicaraan. Nathan menggelengkan kepalanya pelan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN