Merajut Cinta

1533 Kata

Lelaki berkulit putih itu tak mengindahkan ucapan Luna. Dia terus menyeret sahabatnya tersebut agar keluar dari kamar. Aldo geram dan sangat kecewa tindakan Luna sudah di luar batas. "Do, jangan kasar!" "Di mana, Kanaya?" "Aku tak mau mendengar nama dia lagi. Kenapa tak kita nikmati saja malam ini berdua." "Kamu benar-benar sama dengan Anisa!" bentak Aldo. Mata Luna membulat sempurna seketika itu juga mendengar nama Anisa. "Jangan-jangan kamu yang membuat Anisa hilang?" Dia dengan susah payahnya melepaskan tangannya dari cengkraman Aldo. "Jaga ucapanmu!" bentak Aldo. "Dia tak ada di rumah. Pamanku juga nggak ada. Kamu sembunyikan mereka, yah?" "Lama-lama ucapanmu itu ngaco, Luna," elak Aldo langsung berbalik badan dan dia menyelusuri setiap sudut ruangan di rumahnya. Kanaya tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN