Menerima Kenyataan

2050 Kata

Layla dan Layli berlarian ke sana ke mari di dalam ruangan Nathan. Sudut mata Kanaya terpaku ke arah lelaki berhidung bangir itu yang sedang mengambil sesuatu di brankas, lalu dia selipkan masukkan di tas koper hitam. Pertanyaan Kanaya sedari tadi belum mendapatkan jawaban sama sekali dari Nathan. Wanita itu mengembungkan kedua pipinya seperti ikan kembung masuk angin, bola matanya berputar sebal. "Pak, saya tanya, lho. Bukan lagi nyanyi." "Lala dan Lili, ikut Om baik, yuk!" Nathan mengulurkan tangannya ke arah si kembar. Dia tak mengindahkan ucapan Kanaya yang tergambar jelas sangat kesal. Si kembar dengan sangat riang membalas uluran tangan dari Nathan. Mereka beranjak keluar dari ruangan dan Kanaya membulat sempurna melangkah lebar menguntit di belakang. "Pak, mau ke mana?" tanya K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN