Tak Percaya Jika Nathan Meninggal

1116 Kata

Wanita berambut panjang itu terduduk sambil meremas punggung tangan Layla yang masih terpejam. Selang infus menghiasi tangan anak tersebut. Tubuh mungil terbaring lemah tak berdaya. Air mata Kanaya luruh jatuh mengenai pipi Layla. Sepasang mata itu terbuka perlahan. Lolos kalimat yang diucapkan oleh anak itu memanggil Kanaya. "Bundaaa." "Sayang, syukurlah. Kamu tak apa-apa." Kanaya mengecup pipi Layla. Terbit senyum kecil dari sudut bibirnya. "Bundaa, Ayah Nathan nggak meninggal 'kan?" cetus Layla lirih. Suaranya serak. "Lala, Sayang." Siska segera memangkas jarak mendekati Layla. Dia pun duduk sambil memangku Layli. Sorot matanya berbinar-binar setelah tahu jika Layla masih bisa diselamatkan. "Mommy, aku keluar dulu sebentar," ucap Kanaya sambil bangkit berdiri. Dia pun segera beran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN