"Tak usah ikut campur!" bentak Aldo memelotot. Dia langsung memukul perut Arif, lalu lekas masuk ke dalam mobil. Aldo tancap gas mengendarai mobilnya. Tak mengindahkan ucapan Arif. "Licik juga ternyata kamu," lirih Arif sembari menyunggingkan senyum simpul. Kemudian dia pun masuk ke dalam mobilnya. Jarinya berselancar di layar ponsel, tatapannya sulit diartikan sambil mengetik pesan. Setelah itu dia segera menyetir mobil dengan kecepatan sedang. Sementara itu di lain tempat. Seorang lelaki yang masih terbaring lemah dengan bantuan alat-alat medis untuk bertahan hidup. Ada seorang wanita berusia 25 tahun dengan penampilannya tomboi, memakai kemeja kotak-kotak biru dan dalamnya memakai kaus polos berwarna putih. Duduk menatap nanar pasien ayahnya itu. "Ayah, mau dibawa ke mana dia?" tanya

