Takut terjadi angin ribut, lekas Sera dan Qila menggiring Layla dan Layli menjauh dari Nathan dan Kanaya. Mereka berdua mengajak si kembar agar menikmati permainan yang ada di Dufan, sedangkan dua insan manusia yang berdiri mematung saling memandang satu sama lain. Mereka di tengah kerumunan orang-orang yang lalu-lalang. Padahal di sana ramai suara pengunjung anak kecil dan orang dewasa yang saat menikmati permainan. Namun demikian, tak membuat Kanaya melangkah lebar ataupun lari seribu langkah saat ini berhadapan dengan Nathan. Dia masih berada di tempat. Apa kabar jantung? Tak aman. Itulah yang saat ini Kanaya rasakan. Empat tahun dia menyembunyikan identitas Layla dan Layli. Kini dalam satu hari justru anaknya sendiri yang menuntunnya kepada Nathan. Berdegup kencang seperti genderang

