aku terjaga dari tidurku, ku gerakan tubuhku untuk meregangkan otot2 tubuhku, tak lupa k*****a doa bangun tidur dalam hati. ku lirik jam yang ada di dinding. pukul 3:00 dini hari. aku memang sudah terbiasa terbangun di jam2 itu untuk melaksanakan solat malam, lalu ku lanjut dengan berdzikir atau membaca alqur'an untuk menunggu waktu subuh.
aku mengedarkan netraku "ini bukan kamarku" batinku bergumam, kemudian sekelebat ingatan teringat di fikiranku.
"astaghfirulloh" aku menepuk jidatku seraya beristigfar dalam hati, aku lupa jika kemarin aku sudah menikah dengan gadis pilihan takdirku. mengingat itu baru aku ingat tentang sosok cantik yang kemarin aku nikahi. ku tengok samping kasurku berbaring sekarang, ku raba tempat itu, tidak ada siapapun. aku kemudian beranjak bangun mengedarkan pandanganku keseluruh penjuru kamar untuk mencari keberadaan istriku itu.
ku lihat tangan yang menjuntai ke lantai dari atas sofa depan ranjang kamar istriku ini, aku menurunkan kakiku ke lantai, lantas beranjak menuju sofa untuk menghampiri si pemilik tangan.
benar istriku tidur di sofa, entah kapan dia pindah ke sofa, aku bahkan tak menyadarinya.
ku pandang wajah ayunya yg terlelap begitu nyenyak, sepertinya dia sangat lelah.
aku tak tega untuk membangunkannya,
ku gendong dia dengan amat hati2, agar tak mengusik tidurnya.
ku baringkan tubuh istriku di ranjang dengan amat pelan, tangan dan kakinya bahkan sudah sangat dingin.
semalam setelah pesta panjang yg melelahkan dia bahkan masih sempat mengurusku dengan drama masuk anginku,tapi setelahnya aku tidur dengan nyaman, sedangkan dia sepertinya tidak tidur dengan nyaman. bahkan dia sampai pindah ke sofa.
saat aku berhasil membaringkan tubuh istriku di ranjang, terlihat wanitaku menggeliatkan badannya, berlahan netra cantik yg kini menjadi salah satu canduku, mulai terbuka.
" mas, sudah bangun??? apa adek kesiangan" tanyanya seketika langsung duduk mensejajarkan tubuhnya di sampingku.
aku tersenyum melihat ekspresi bangun tidur, juga ekspresi terkejutnya" engga sayang ini masih jam 3 pagi. maaf mas ngagetin adek ya"
* engga kok mas"
" adek ngga nyaman ya bobo sama mas ya, maaf ya sudah buat adek tidur di sofa dengan ngga nyaman"
"bukan gitu mas, mungkin adek belum terbiass tidur dengan lawan jenis, mata adek susah terpejam, adek ngga mau kalo sampe mengusik tidurnya mas. jadi adek pindah ke sofa karna mau baca novel" terangnya yg di akhiri dengan cengiran khas yg juga adalah canduku sekaranga.
" hmmm, mas tidur nyaman banget, nyampe ngga tau adek pindah maafkan mas ya dek" tuturku dengan rass bersallah .
" sttt, bukan salah mas ko, mas perutnya gimana udah enaakan, badannya juga, tidurnya nyenyak" dia mengalihkanrasa bersalahku dengan brodongan pertanyaan tentang kesehhatanku.
bahagia. tentu saja, meski terkesan malu2 istriku ini ternyata perhatian juga.
"udah sayang, berkat di rwat sama istri mas yg paling cantik mas sudah merasa lebih segar sekarang, ya udah sini kita bobo lagi yuk, adek pasti belum tidur dengan benar kan?
ajakku pada wanitaku, karna aku tau dia kurang tidur. ku rentangkan sebelah tanganku dan mengisyaratkan untuk istriku berbaring. tanpa menolak dia langsung merebahkan dirinya di pelukanku. seprtinya benar dia masih sangat mengantuk, akhinya kamipun kembali terlelap
***
setelah mas aska memindahkanku dari sofa ke tempat tidur. aku yg kaget reflek terbangun, ku kira aku sudah kesiangan ternyata suamiku bilang baru pukul 3:00 dini hari.
dia menyuruhku tidur lagi, di rentangkannya sebelah tangannya mengisaratkan agar aku tidur di sana.
kalau sebelumnya aku merasa gugup, sepertinya sekarang aku mulai nyaman tidur di pelukannya.
mataku mulai terbuka ketika ku dengar adzan subuh sudah berkumandang. aku merasa ada sesuatu yg berbeda, udara yg menyapaku pagi ini teasa begitu hangat, saat aku benar2 membuka mataku, aku menjumpai manik mata bening dengan iris coklat di dalamnya tengah menatapku lekat, detik berikutnya menampilkan sebuah senyuman yg amat menyejukan.
degg,,,,,, jantungku. entah kenapa sekarang dia suka sekali berdetak seperti sedang maraton.
" selamat pagi saujati" sapanya.
bulshh, tak biss ku pungkiri lagi kini pipikupun kian memanas, apa seperti ini paginya pengantin baru? benakku bertanya2.
" selamat pagi mas" akupun tersenyum, meski sulit karna harus meredam degup jantungku yang kian tidak normal.
" mas mau solat subu berjamaah di masjid, adek subuhan di rumah saja ya syg" tuturnya lembut seraya mendaratkan satu kecupan di keningku.
"iiii,, iya mas" jawabku gagap, karna sungguh ini terlalu manis untukku, laki2 yg awalnya hanya bisa ku tatap dari jauh kini berada begitu dekat denganku, suara yg lemah lembut itu kini ku dengar langsung tanpa pengeras suara.
" mas siap2 dulu ya syg"
" iya mas"
sembari menunggu suamiku bersiap, aku membereskan tempat tidur dan menyiapkan baju koko serta sarung untuknya, meski aku bukan tipe yg rajin2 amat, setidaknya sekarang aku hsrus belajar jadi istri yg baikkan.
saat aku sedang mencari baju gantiku sendiri mas azka keluar dari kamar mandi. sontak aku spontan menoleh, menyaksikan pemandangan indah yg menyejukan mata2 di pagi hari seperti ini.
" adek siapkan bajunya mas?" tanyanya dengan suara khasnya, yg terdengar berat tapi lembut.
"iya mas" jawabku.
"terimaakasih sayang" jawabnya di sertai lengkungan yg begitu lebar di bibirnya.
"sama2 mas"
setelah suamiku pamit berangkat ke mmasjid, aku segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan juga menjalankan solat subuh. setelah selesai aku gegas turun ke dapur. mamahku belum ada di sana, aku membukan kotak bumbu mengeluarkan kunyit dari sana. aku ingat mas azka yg semalam muntah2, jadi pagi ini aku ingin membuatkannya sari kunyit. saat aku sedang sibuk membersihkan kunyit2 itu mamahpun datang.
"selamat pagi ndok" sapanya padaku.
"pagi mah" jawabku dengan senyuman khasku.
" mau masak apa pagi2 bersihkan kunyit?"
" ini mah, mau buat sari kunyit buat mas azka, semalem dia muntah2 masuk angin, mungkin karna pola makan yg ngga teratur sma kurang tidur, jadi ndis buatkan sari kunyit biar perutnya lega mah"
mamahku mendekat memeperlihatkan senyumannya .
" anak mama sekarang sudah bersuami, pinter urus suami, yg nurut dan berbakti sama suamimu ya ndok" tuturnya lagi.
"insyaalloh, mama doakan ndis biar ndis bisa jadi istri yg berbakti dunia akhirat untuk mmas azka ya mah"
" pasti sayang"
kamipun lantas berkutat dengan dapur untuk menyiapkan sarapan, tepat saat aku menata hasil masakanku dan mama, terdengar salam dari luar.
" asalamungalaikum"
"wa'alaikum salam" jawabku & ibu kompak.
kemudian tampak papah yg di susul mas azka memasuki ruang makan. ku sambut ayah dan suamiku itu dengan menjabat tangan ayah serta suamiku.
" masak apa ndok pagi ini?" tanya papah padaku.
"masak nasi kuning goreng kesukaan papah" jawabku.
" wah nanti papa bakalan kangen berat nih sma masakan2mu ndok" cletuk papah.
" papah, kan ndis ngga akan pergi kemana2" jawabku.
" iya ya, ya sudah mari kita segera sarapan"
" mamah mau panggil adikmu dulu "
" iyamah"
aku kemudian beranjak ke dapur untuk mengambil sari kunyit yg tadi sudah ku buatkan untuk suamiku.
" mas minum ini dulu sebelum makan" tuturku seraya menyodorkan gelas berisi sari kunyit untuk suamiku.
"ini apa dek?" tanyanya bingung.
" ini sari kunyit, biar perut mas ngga gampang mual" jelasku.
" mashaalloh, terimakasih sayang"
ekhemmm,,, suara deheman papa mengagetkan kami, sontak kami kompak menengok.
" kayaknya papah salah tempat makan nih" ledeknya pada kami berdua.
" papah, apaan sih" jawabku jawabku pura2 kesal. kemudia malah di balas dengan gelak tawa dari ayahku, dah kekeuhan dari suamiku.
kamipun melakukan kegiatan sarapan dengan kegembiraan.