28~Ancaman Halus

208 Kata
Hemera sama sekali tidak dapat menarik manik matanya dari wanita di depannya bahkan saat ucapan wanita bermanik kuning itu seperti tengah menyindirnya, namun dirinya tidak tahu secara spesifik bahwa ia tengah di sindir dalah hal apa. Seyan dingin terbit di bibir merah menggoda miliknya membuat Hemera mengerutkan keningnya. Menatap manik kuning tersebut lebih lama membuatnya teringat akan sesuatu sayangnya, ia lupa bahwa mata itu mengingatkannya akan apa. “Siapa kau ?” Hingga suara Hemera yang sedari tadi hanya terdiam mendengarkan wanita cantik di depannya berbicara bahkan, menatapnya dengan tatapan sedikit mencela tersebut berhasil di keluarkan olehnya. Terlihat bahwa wanita tersebut tengah menimbang sesuatu sebelum berjalan mendekat ke arah gadis manusia itu dengan sepatu hak tinggi miliknya yang kembali mengetuk mengeluarkan suara. Tidak dapat menyembunyikan sinar licik pada manik kuning iblisnya saat tak melihat tidak adanya langkah mundur yang di ambil oleh gadis manusi tersebut. Ia cukup tak gentar menghadapi dirinya rupa. “Aku ? Aku adalah salah satu pion penting di kastil ini. Aku bisa menghancurkanmu, jika aku ingin kau hancur.” Hemera menatap melalui manik birunya ke arah manik kuning tersebut tanpa gentar. Meskipun suara halus itu telah menebar ancaman halus padanya, mencoba menakutinya. “Dan aku mungkin akan menjadi musuhmu jika kau terus mengusikku.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN