33~Memar Pada Doly

513 Kata
Sepasang mata besar tengah mengamati seisi lorong kastil yang terlihat sepi dengan mengandalkan pencahayaan minim dari lilin - lilin di dinding, membuat kedua kaki kurus dan kecil miliknya itu melangkah maju dengan sedikit melompat pada tiap langkahnya saat melihat tidak ada seorang pun disana. Dirinya terus menelusuri dinginnya lantai kastil dengan berhati - hati penuh waspada, takut bila seseorang ternyata ada disana dan menangkapnya. Untung saja keadaan yang telah malam gulita membuat makhluk kecil yaitu Doily dapat sampai di depan pintu ruangan Lebna yang tertutup. Penjaga telah tidak ada karena pada saat malam hari para kartakan di tugaskan untuk berkeliling kastil selama jam tengah malam. Memastikan tidak adanya percobaan penyusup yang akan menyakiti Raja. Doly makhluk kecil tersebut melihat kesana kemari untuk terakhir kalinya kembali memastikan bahwa tidak ada yang menangkapnya sebelum, dirinya mengeluarkan sebuah kunci celana pendek yang hanya menutupi area bawah tubuhnya dan dengan cepat di masukannya kedalam lobang kunci tersebut. Memutarnya dengan pelan meskipun pada akhirnya menimbulkan sedikit suara berisik yang membuatnya harus melakukannya dengan cepat. Saat kunci yang di bawahnya berhasil untuk kesekian kalinya membukakannya pintu tersebut Doly kemudian berjalan masuk kedalam ruangan Hemera. “Kau datang Doly ?” Mendengar suara lembut Hemera, gadis manusia yang menjadi temannya tersebut berhasil mengejutkan dirinya. Di tatapnya Hemera yang kini tengah menyingkap selimut dari atas tubuhnya dan dengan begitu gesit gadis tersebut menunduk di bawah ranjang untuk mengambil perlengkapannya dalam melakukan perjalanan kembali malam ini. “Ayo. Waktu kita tidak banyak.” Ucap Hemera lagi setelah selesai memasang persiapan terakhirnya yaitu sepatu bot miliknya. Gadis manusia tersebut dengan berlari kecil menghampiri Doly dan mengulurkan tangannya pada makhluk imp tersebut agar segera menuntunya kembali keluar dari kastil ini. Sementara Doly menatap tangan mungil itu Hemera lagi - lagi mengerutkan keningnya menemukan sesuatu berbeda pada tubuh imp di depannya. “Ada apa dengan tubuhmu ?” Tanya Hemera. Dirinya melihat sebuah memar yang membiru pada sekitar tubuh Doly yang tidak tertutup apa - apa dan terlebih memar yang telah membiru tersebut, tidak hanya satu melainkan ada banyak. Di tatapnya mata makhluk pertama yang mengatakan ingin menjadi temannya itu dengan raut khawatir. “Kau baik - baik saja Doly ? Darimana kau mendapatkan memar ini ?” Sambungnya lagi kini bersama dengan dirinya yang telah berjongkok sejajar pada tubuh pendek itu. “Tidak apa - apa Hemera. Doly tidak sengaja terjatuh saat menuju kemari. Ayo.” Hemera tahu makhluk tersebut tengah menghindar dari pertanyaannya. Memar itu sudah membiru yang menandakan itu bukanlah kejadian beberapa detik atau menit lalu melainkan kejadian yang sudah terjadi beberapa jam sebelumnya. Dirinya ridak tahu mengapa hari ini ada begitu banyak para imp yang terluka. Ini membuatnya bertanya - tanya, sesuatu telah terjadi namun dirinya tidak tahu apakah yang sedang terjadi itu. Disaat Doly telah menggenggam tangannya dan menariknya untuk berdiri mengikuti iblis kecil itu, Hemera kembali menarik tangan mereka yang bertaut dengan pelan. Menatap pada manik mata Doly sekali lagi berniat untuk memastikan bahwa imp yang mengatakan bahwa mereka teman itu baik - baik saja. “Apa kau benar terjatuh ? Tidak ada yang jahat padamu bukan ?”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN