Hemera melangkah masuk kedalm bar Luciod dengan pelan, bahkan bar ini sudah jauh lebih ramai di malm ini bandingkan kemarin malam.
Membuatnya harus mencover dirinya dengan jauh lebih baik lagi, semakin menundukan kepalanya di dalam tudung kepalanya. Meskipun tiap meja yang telah terisi akan penuh orang tidak akan meliriknya, tetap saja gadis tersebut berjaga - jaga.
Hemera terus berjalan menuju meja bar yang telah penuh oleh para pengunjung yang sibuk bercengkrama dengan minuman yang telah di pesannya. Bahkan tidak ada lagi tersisa kursi yang dapat di duduki oleh gadis manusia itu.
Centaur yang bekerja sebagai bartender di bar Luciod itu sendiri sedang sibuk membuatkan segala pesanan dari para pelanggan sehingga, tidak menyadari kehadiran dari Hemera yang memilih untuk berdiri di ujung meja dan mencoba mencari kesempatan yang tiba untuknya bertanya mengenai agen iformasi miliknya.
Di balik tudung cokelat miliknya Hemera hanya melirik - melirik singkat pada orang yang terlihat menikmati minuman mereka dengan bahagia tanpa beban. Suara berisik begitu penuh di dalam bar sehingga setiap orang pastinya menaikan volume suara mereka.
“Kau ingin pesan apa ?” Saat gadis manusia itu mulai khawatir dikarenakan tidak juga melihat peluang untuk bartender itu berbicara padanya, dirinya memilih untuk memanggilnya sebelum suara dari sang bartender terlebih dahulu menyapanya.
Mata mereka berdua bertatapan dan untuk sesaat kemudian pria di depannya terlihat sedikit kaget sebelum, segera mengatur ekspresi miliknya dan tersenyum canggung.
“Kau rupanya kembali peri. Aku sibuk jadi, maaf.” Sambungnya mengelak.
Dan ini jelas bukan jawaban yang di inginkan dari gadis manusia tersebut. Mata birunya menatap dengan kening berkerut bagaimana pria bartender itu mengabaikan dirinya. Ini membuatnya merasa ada yang tidak beres.