Bastian sudah menyelesaikan makannya. Ia mengedarkan pandangan di sekitar kemudian menemukan Wulan sedang menyetrika pakaiannya. Bastian lantas berjalan menghampiri Wulan dan menatapnya dengan heran. “Tidak biasanya kau menyetrika pakaianku,” ujar Bastian. Wulan tidak menoleh sedikit pun, yang ada di benaknya saat ini adalah dia akan diam sampai hatinya tenang. Ia takut jika membuka mulut, ia takkan bisa menahan kesabaran akibat amarahnya pada Bastian yang saat ini menggebu-gebu. Sementara itu Bastian menatap Wulan dengan heran karena saat ini Wulan sama sekali tidak menoleh sedikit pun padanya. Tangannya masih sibuk memegang setrika dan merapikan pakaian-pakaian Bastian. “Hei, aku bicara padamu,” ujar Bastian sekali lagi. Wulan menghela napas panjang, sepertinya Bastian ti

