Senyum Kemenangan

1315 Kata
  Wulan masih berada di dalam bilik toilet, menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan ide nekatnya yang baru saja muncul di kepalanya. Jujur saja, hatinya masih ragu-ragu namun tidak ada lagi yang dapat dilakukan oleh Wulan saat ini.   “Sebentar ya, aku ingin buang air kecil dulu. Kamu bisa tunggu sebentar di sini? Aku ingin menitipkan tasku,” ujar wanita pemilik video tersebut pada temannya.   Mendengar hal itu Wulan merasa ia memiliki celah untuk mencuri ponselnya. ‘Bagaimana bisa aku mengambil ponsel itu sebentar hanya untuk mengirim file video itu?’ batin Wulan. Namun tak lama Wulan berpikir berbagai macam cara untuk mencuri, Tuhan seperti membantunya.   “Aduh, aku kebelet buang air kecil. Rasanya tidak apa-apa jika tas ini kutinggalkan sebentar di sini,” ujar salah seorang yang kemudian melesat ke salah satu bilik toilet. Mendengar hal itu, Wulan bergegas keluar dan mengambil ponsel wanita itu dari dalam tas, secepat kilat ia mengirimkan video tersebut. Wulan panik dan terus berdoa semoga saja ia tidak ketahuan.   Acara fashion show hari ini selesai dengan lancar. Wulan sedang berada di dalam bus Transjakarta dan terlarut dalam lamunannya. Wulan memikirkan hal apa yang dapat ia lakukan dengan video yang sudah ada di tangannya ini. Beberapa kali Wulan melihat video tersebut, terlihat lelaki berkepala pelontos memegang plastik berisi sabu. Video tersebut seperti terfokus pada satu orang saja, anggota band lain tidak terlihat jelas dalam video tersebut.   ‘Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan uang dari video ini? Ayo Wulan waktumu sedikit, kamu harus berpikir!’ batin Wulan putus asa. Wulan saat ini tidak dapat berpikir jernih, ia akan merelakan segala cara agar dapat menyembuhkan ibunya. Hanya itu yang penting baginya saat ini.  Ponselnya bergetar menunjukkan penagih hutang yang kembali menghubungi Wulan. Wulan merasa jengah saat ini karena ia terus-terusan dihubungi oleh penagih hutang ini. “Halo, jangan lupa lusa saya akan datang untuk menagih hutang kamu. Saya harap kamu tidak akan kabur lagi kali ini!” ancam lelaki tersebut pada Wulan. “Baik Pak, sedang saya usahakan.” Wulan menjawab singkat panggilan telepon tersebut dan langsung menutup panggilan tanpa peduli apa yang dibicarakan lelaki itu. Wulan jengah, ia pikir dengan mencuri video tersebut ia akan bisa mendapatkan uang. Namun, ia belum juga terpikir bagaimana mengubah video ini menjadi uang yang banyak.   Wulan sedang membuka laman explore i********: saat ini, terlihat video berdurasi 10 detik di akun gosip menunjukkan dua orang artis yang sedang bertengkar hebat. Video tersebut ternyata sedang ramai diperbincangkan, bahkan komentar video tersebut mencapai ribuan. Wulan membelalakkan matanya lebar menyadari hal yang dapat ia lakukan. Segera ia mengirim pesan pada admin dari akun gosip tersebut.   “Selamat malam, min. Saya memiliki berita menggemparkan tentang salah satu band papan atas. Jika saya memberikan video ini, apa yang akan saya dapatkan?” Wulan langsung mengirimkan pesan tersebut, berharap akan segera dibalas oleh admin akun tersebut.   Wulan gusar menunggu jawaban dari admin akun tersebut. Pasalnya, ia sama sekali tidak tahu apakah ia bisa mendapatkan uang hanya dengan menyebarkan video ini ke akun gossip di i********:? Apalagi jumlah yang ia butuhkan saat ini tidaklah sedikit.   “Video apa Kak? Saya bisa berikan dua juta rupiah jika video tersebut benar-benar memberikan berita yang sangat bagus,” ucap admin akun gosip tersebut. Wulan membulatkan matanya melihat nominal yang bisa didapatkan hanya dengan mengirimkan video tersebut. Namun usahanya tidak hanya sampai di situ, ia ingin mencoba mendapatkan uang lebih. “Apa saya bisa mendapat lebih? Saya yakin video ini akan membuat gempar, anda tidak akan kecewa setelah melihat video ini,” tawar Wulan pada admin tersebut. “Baik, saat ini penawaran saya ada di dua juta rupiah. Namun setelah saya lihat, saya akan nilai lagi dan mungkin bisa saya berikan lebih,” ujar admin tersebut.  Langsung saja Wulan mengirimkan video tersebut pada admin itu.  “Oh God, ini Bastian dari band triggerd! Kamu dari mana bisa mendapatkan video ini?” ujar admin itu setelah melihat video yang dikirimkan oleh Wulan.   Wulan menyunggingkan senyumannya melihat reaksi admin tersebut. Ia yakin akan mendapatkan uang lebih dari ini. “Kamu tidak perlu tahu sumber saya, jadi saya bisa dapat berapa dengan berita sebesar ini?” ujar Wulan pada admin tersebut berusaha mendapatkan uang yang lebih. “Baiklah saya bisa berikan kamu tiga juta rupiah. Tolong kirimkan nomor rekeningmu, setelah saya kirimkan uangnya, saya akan langsung posting video hebat ini."   Wulan tersenyum lebar, baru seperti ini saja ia bisa mendapatkan uang sebesar ini. Wulan langsung mengirimkan nomor rekening pada admin tersebut lalu memeriksa jumlah uang yang ia miliki saat ini. Ternyata jumlah uangnya belum cukup untuk melunasi hutangnya pada perusahaan pinjaman online itu. Wulan kembali memutar otak memikirkan cara untuk mencari uang lagi dari video ini. Ia kembali memeriksa apakah masih ada akun gosip yang bisa membeli video itu lagi. Wulan bertekad harus mendapatkan sisa uang yang ia perlukan malam ini, membayangkan penagih hutang itu bisa saja menghubunginya lagi dan berbuat hal yang lebih nekat. Setelah beberapa menit memeriksa beberapa akun dan mengirimkan pesan pada beberapa admin, Wulan mendapatkan beberapa pesan yang menolak membeli video tersebut.   Wulan ingin berteriak rasanya. ‘aku sudah nekat mencuri video ini, tidak mungkin aku hanya mendapatkan sedikit uang! Bahkan melunasi hutang dari pinjaman online saja tidak cukup!’ Wulan sudah putus asa. Ia benar-benar rela melakukan segala cara untuk mendapatkan uang saat ini.   Tak lama kemudian ia mendapatkan pesan dari akun bernama Lambe Gosip. Setelah cukup lama berkirim pesan, Wulan jelas saja berusaha menawar harga video ini menjadi cukup tinggi. “Saya yakin kamu tidak akan menyesal membayar mahal untuk video ini. Video ini benar-benar membawa berita yang sangat panas. Setelah ini akunmu pasti akan gempar, jangan sampai kalah cepat dengan akun lain!” ucap Wulan pada admin tersebut yang ternyata berhasil meyakinkan admin akun tersebut membeli dengan harga cukup mahal. “Baiklah kirimkan video itu sekarang, saya akan beri empat sampai lima juta tergantung dengan seberapa bagus video ini,” jawab admin tersebut.   Wulan memekik senang melihat nominal yang siap diberikan padanya setelah ia mengirimkan video curiannya ini. Tanpa pikir panjang Wulan mengirimkan video itu, diikuti dengan balasan dari admin akun tersebut yang sangat terkejut setelah melihat video yang diberikan oleh Wulan.   “Berita ini pasti akan gempar! Bagaimana bisa kamu mendapatkan kabar sebagus ini?! Cepat kirimkan nomor rekeningmu, aku harus segera memperlihatkan video ini ke seluruh dunia!” ujar admin tersebut pada Wulan. “Apa kubilang! Ini nomor rekeningku, kamu akan kirimkan aku lima juta kan? Tidak mungkin video tersebut kau beri harga murah!” Wulan membalas pesan tersebut dengan senyum kemenangan. Dengan hasil penjualan video ini bahkan Wulan mendapatkan uang lebih dari cukup untuk membayar hutangnya. Setelah ini ia hanya akan memikirkan bagaimana cara untuk membayar hutangnya pada Juan.   Tak lama kemudian video tersebut gempar di dunia maya. Wulan benar-benar tidak peduli jika setelah ini karir lelaki yang ada di video tersebut akan hancur berkeping-keping. Wulan hanya peduli dengan uang yang akan ia dapatkan. Bagaimanapun saat ini ia butuh uang yang banyak untuk menyembuhkan ibunya. Wulan melangkah penuh kemenangan menuju kamar rawat ibunya, seperti biasa ia akan langsung duduk di kursi samping ranjang ibunya. Menggenggam erat tangan lembut itu, dan menceritakan kisah tentang hari ini. Ibunya sesekali menatap Wulan penuh tanya.   “Kamu lagi senang ya, Nak?” tanya ibunya pada Wulan yang dari tadi tidak henti-hentinya tersenyum. “Iya Bu, Wulan lagi senang sekali!” jawab Wulan dengan semangat dan memeluk tubuh ringkih ibunya. “Nak, Ibu mau bertanya, tolong kamu jangan tersinggung ya?” ucap ibu dengan hati-hati. Wulan tidak menjawab pertanyaan ibunya, ia hanya mengangguk kecil memikirkan pertanyaan apa yang akan ditanyakan ibunya sampai-sampai ibunya harus berkata seperti itu. “Nak, pengobatan Ibu membutuhkan uang yang sangat banyak. Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Semuanya uang halal kan, Nak?” tanya ibu Wulan dengan penuh hati-hati sukses membuat Wulan diam mematung.  “I—iya Bu, Ibu tenang saja.” Wulan menjawab pertanyaannya dengan singkat. Ibu tidak boleh tahu dari mana ia mendapatkan uang untuk pengobatan ibunya selama ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN