Ujian semester akhirnya selesai. Aku menghela napas panjang sambil merenggangkan tubuh yang terasa kaku setelah berjam-jam duduk. Beban berat sedikit terangkat dari pundakku—tidak ada lagi malam-malam begadang untuk menghafal materi yang mungkin bahkan tidak keluar dalam ujian. Ponselku bergetar di atas meja. Saat kulihat, ada pesan dari Ningning. Ningning: Kantin? Aku traktir deh, aku baru gajian! Aku tersenyum kecil. Tawaran yang menyenangkan setelah minggu-minggu penuh tekanan. Ditambah lagi, bab revisi yang diminta Emily akhirnya disetujui. Hari ini seharusnya bisa menjadi sedikit lebih baik. Tapi saat aku memasukkan ponsel ke dalam tas, aku mulai menyadari sesuatu yang aneh. Suasana kelas ini… terasa berbeda. Sebagian besar mahasiswa sudah pergi, tapi ada beberapa yang masih ber

