Keputusanku

1088 Kata

Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui celah tirai, menerangi ruang tamu dengan lembut. Aku berdiri di ambang pintu kamar, menatap sosok yang masih tergeletak di sofa dengan napas teratur. Ethan terlihat kacau. Rambutnya berantakan, separuh wajahnya terbenam di bantal sofa, dan jaketnya entah bagaimana sudah melorot dari satu bahu. Wajahnya tampak sedikit pucat, mungkin efek dari alkohol yang masih tersisa di tubuhnya. Aku melipat tangan di d**a. Terserah dia mau pingsan di situ berapa lama, aku tidak akan repot-repot membangunkannya. Dengan langkah ringan, aku berjalan menuju dapur dan mulai membuat kopi untuk diriku sendiri. Suara gemericik air dari teko terdengar menenangkan, kontras dengan keheningan yang masih menyelimuti ruangan. Aku mengambil cangkir, menuangkan kopi hita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN