Aku menatap layar ponsel dengan dahi berkerut. Suara Ethan terdengar berat dan kacau, tapi ada sesuatu yang terasa aneh. “Ethan?” panggilku lagi, mencoba memastikan. Tidak ada jawaban. Hanya suara napas tersengal yang terdengar dari seberang. Aku menggigit bibir, setengah ingin marah, setengah lagi merasa cemas. Ada apa dengannya? Tapi sebelum aku bisa berkata lebih jauh, suara Ethan kembali terdengar—kali ini lebih pelan, lebih lambat. “Shhooop… Shhhopiaaa…” Aku langsung menegakkan punggung. Apa barusan dia… memanggil namaku dengan cara seperti itu? “Ethan?” ulangku, tapi suaraku lebih tinggi, hampir panik. “Heeeyyy…” Ethan tertawa kecil, terdengar seperti seseorang yang baru saja menemukan sesuatu yang sangat lucu. “Aku… aku rasa aku membuat kesalahan.” Jantungku mencelos. “Kesa

