Pasutri??

1650 Kata

Percakapan dengan Ethan masih terngiang di kepalaku. Apa hubungan kami sebenarnya? Kenapa dia begitu peduli dengan Daren? Jawaban yang aku berikan tadi sepertinya tidak cukup meyakinkan baginya. Dan kenapa aku merasa seolah ada sesuatu yang belum diaungkapkan? Aku benar-benar tidak tahu. Aku baru saja selesai menyusun beberapa barang di meja kerjaku ketika pintu kamar tiba-tiba diketuk dengan keras. “Shopia! Kamar mandi belum dibersihkan!” teriak Ethan dari luar. Aku mendengus kesal, sedikit terkejut dengan cara dia memerintah. Tidak ada kata ‘tolong’, tidak ada kata ‘terima kasih’. Hanya perintah keras dan langsung. “Aku sudah tahu!” jawabku ketus, meskipun aku tahu tidak ada gunanya membantah. Aku menuntaskan pekerjaan di kamar mandi dan langsung mengambil kantong sampah. Aku hampir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN