Pamit

2003 Kata

Andi segera menarik gas kencang. Namun, beberapa saat kemudian—dia menginjak rem. Melihat ada seseorang yang tiba-tiba menyeberang. “Ada apa, Ndi?” tanya Pandu. Yang di abaikan oleh Andi. Alih-alih berjalan ke seberang jalan—justru orang itu berjalan ke arah motor Andi. Betapa terkejutnya Andi, ketika melihat orang itu mendekat. Bajunya sama persis dengan yang di pakai Pandu sekarang. Wajahnya—juga wajah Pandu. Sosok itu tak lagi berjalan. Kini berlari dengan kencang, hingga membuat Andi tancap gas. Dan, menembus sosok itu, yang berubah menjadi asap. Seketika menghilang. “Ini sebabnya—jangan berkendara saat magrib,” gumam Andi. ** Andi sudah tiba di rumah Pandu. “Enggak masuk dulu, Ndi?” “Aku langsung saja, deh. Rindi sudah menelepon dari tadi.” “Ya sudah. Hati-hati, ya, N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN