30 menit Andi menunggu di terminal—akhirnya, bus dengan jurusan kota tempat tinggalnya pun datang. Andi segera menaiki bus—yang, di dalamnya hanya ada 4 penumpang. 5 beserta dirinya. Andi, memilih kursi dekat supir. Sengaja, kalau nanti, tiba-tiba bus rame—dia, tak akan kesulitan untuk mencapai pintu keluar. Tak lupa, Andi membaca doa. Sebelum, bus itu berangkat. Namun, saat ia akan membaca bismillah—tiba-tiba, bus bergoyang hebat. Andi, yang terkejut—segera mencengkeram kursi. Sambil, melebarkan mata. "Astagfirullah! Ada gempa, ya?" kata Andi. Seorang kernet bus, menghampirinya kemudian. "Mas, jangan baca doa, ya?" Andi mengernyit. "Kenapa, Pak?" "Pokoknya, jangan." Andi, yang merasa sedikit jengkel karena larangan itu pun, memilih diam. "Tujuanmu kota Jombang, kan?" tanya si k

