Karena kejadian penari jawa itu—Andi terus terjaga, hingga pukul 02.00 dini hari. Pikirannya terbang kemana-mana. Logikanya tak dapat terbentuk. Kenapa hanya dia yang bisa melihat penari itu? Mata batin Rindi masih terbuka. Sudah jelas, itu adalah makhluk tak kasat mata. Seharusnya, Rindi bisa melihat. Terlebih—itu bukanlah mimpi. Apa maksud penari itu menunjukkan dirinya, hanya pada Andi saja? Apa—mungkin sesuatu akan terjadi padanya? Dan, penari itu membawa pesan? Andi mendesah panjang. Berulang kali. "Mas, cepat tidur. Yang tadi, enggak usah di pikir lagi," kata Rindi dengan gumaman tak jelas. Kemudian, mendengkur. Andi hanya mendengus. Sambil terkekeh. "Lagi tidur juga, masih khawatir sama suaminya." Sementara itu, Rendi yang ada di kamar sebelah—tidak bisa tidur nyenyak. Bergulin

