Hari Pengajian Andi yang tengah memangku Diko, tiba-tiba saja menundukkan kepala. Bernapas cepat. Pak Udin yang mengetahui itu, segera menarik Diko. Memanggil Rindi. Rindi segera lari, dan menggendong Diko. "Pak Andi," panggil Pak Udin, sembari menyentuh bahu Andi. Alih-alih merespon—Andi tertawa seperti kuntilanak. Warga yang di sebelah Andi pun bergeser. Takut dengan Andi. Pun, dengan Pak Udin, yang kini berdiri. "Mas! Mas! Sadar, Mas." Kini Andi mengoceh tidak jelas. Dengan tetap menundukkan kepala. Mas berbaju putih mendekatinya. Membacakan doa. Dan, Andi menjerit. Suaranya melengking. Mas berbaju putih terpental ke belakang, begitu saja. Andi berdiri. Dengan jemari yang melentik. Tiba-tiba, melenggak-lenggok seperti penari jawa. Diko mulai menangis. Melihat Ayahnya seperti itu.

