Jin Dasim II

2871 Kata

Pukul 22.00. Rindi, Andi, dan Diko sudah tidur. Seperti biasa, Andi di kasur bawah. Sementara, Rindi dan Diko ada di kasur atas. Sejak tadi, Andi tidur dengan tidak tenang. Merasakan laparnya perut. Ia mendesah panjang. Membuka mata. Dan, melihat Rindi yang menatapnya tajam, sambil merebahkan diri. Andi terkesiap kaget. Tanpa berkomentar apapun. Ia juga menatap Rindi dengan kernyitan di dahi. Semakin Andi menatap Rindi—semakin lebar mata Rindi. Dan, di detik selanjutnya Rindi menyeringai. Namun, mulutnya lebar sampai ke telinga. Andi terbelalak sesaat. Dan, memejamkan mata dengan erat. Kemudian, membuka mata lagi. Tapi, perlahan. Melihat mata Rindi yang terpejam. "Haah, mungkin karena aku lapar," katanya dalam hati. Andi berjalan keluar dari rumah. Duduk di teras. Mengedarkan pandanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN