"Ndi? Kamu kok ngomong begitu?" kata Ani, dengan nada terkejut. "Sudah cepat bilang! Ada apa kemari? Mau minta sarapan? Iya?!" "Andi! Kamu sudah gila, ya?! Ini mertua kamu! Ibu Rindi!" tambah Arif—mertua laki-laki Andi. "Saya itu enggak suka! Kalau kalian datang kemari!" "Mas! Kamu ini apa-apaan sih?! Mereka Ayah dan Ibuku, Mas!" Rindi yang ada di dapur, seketika berjalan ke depan, dan marah besar. Andi berbalik badan. "Kamu boleh jahat sama aku! Kamu boleh kasar sama aku! Tapi, jangan sama orang tuaku!" "Beraninya dia bicara begitu sama kamu, Ndi! Jangan mau kalah! Kamu kepala keluarga! Kamu harus tegas!" Andi melotot. Urat merah kecil di matanya terbentuk. Berkacak pinggang. "Kamu berani bicara nada tinggi sama aku, Rin?! "Kamu yang mulai, Mas! Aku sudah capek sama tingkah kam

