Tiga minggu kemudian.... Langit memboyong Mentari ke suatu rumah di jakarta. Ia menutupi mata Mentari saat memasuki rumah yang minimalis, rumahnya tampak sederhana. Tidak bertingkat dan mewah seperti rumah kedua orang tua mereka. Namun layak untuk di tempati mereka. "Langit... Kita mau kemana sih? Kamu ngapain tutup mata aku." Rungut perempuan itu justru membuat Langit tersenyum geli. "Sabar... Sekarang kita udah sampai. Aku buka penutup matanya ya." Langit membuka perlahan kain tersimpul menutup mata Mentari. Mentari menerbitkan kerutan di dahinya, ia bingung mereka berada di rumah siapa? Rumah yang menurut Mentari kecil, walaupan lebih besar dari apartmentnya, tapi seperti Mentari tidak cukup senang dengan rumah tersebut. "Kejutan...." Seru Langit berharap Mentari bahagia dengan rum

