Mentari bertekad menyelesaikan skripsinya, setidaknya jika Jaya sudah kehamilannya. Ia bisa tenang karena tinggal melakukan sidang tidak perlu menunda seperti sebelumnya. Dan setelah itu juga ia berpikir pasti Papi tidak akan keberatan dengan kehamilannya. "Kamu belum tidur?" Suara Langit yang menggelegar, membuat Mentari berbalik menatap Langit di belakang punggungnya. "Aku mau ajukan skripsi, biar bisa wisuda tahun ini. Ya.. setidaknya ketika Papi tahu aku hamil. Aku sudah mau wisuda." Langit duduk di samping Mentari membawa beberapa cemilan dan jus untuk istrinya. Ia tahu sejak hamil Mentari jadi hobby mengemil.. "Bagus... Tapi jaga kesehatan, kamu lagi hamil. Aku temani kamu." Seru Langit sambil membukakan bungkus snack untuk Mentari. Mentari tersenyum mendapati sikap Langit padan

