Langit sampai di parkiran sebuah gedung, yang ia pastikan ia bisa menemukan Kelvin disana. Langit menggebu dengan perasaan cemburu membakar dihatinya. Langit tak tahu mengapa tak bisa mengontrol emosinya kalau berkait dengan Mentari. Ia masuk ke gedung itu, lalu mencari keberadaan Kelvin. Tanpa ragu Langit menarik kerah baju Kelvin yang pada saat tengah latihan tinju. "Gue mau kita selesaikan masalah kita. Jangan ganggu Mentari. Kalau lo nggak ngerti, Lo pasti paham maksud gue." Gertak Langit dengan rahang menggeras. Ia membuka jaketnya siap melakukan sekali lagi. Kelvin tertawa hambar, ia sepertinya berhasil memancing kemarahan Langit. "Kenapa? Istri lo aja nggak keberatan gue dekatan. Lo harus tau tadi istri kesayangan lo makan bareng gue." Langit memicingkan matanya, ia memanas pada

