51. MARAH LAGI

1520 Kata

Mentari terbangun lebih dulu dari Langit, ia menggosok gigi lalu memandi. Ia harus serius mulai menyiapkan skripsi. Tapi seperti ia masih sering bermalas-malasan. Pagi ini ia lapar sekali, ia membuka kulkas yang kosong membuat mukanya memanyun. Ia kembali ke kamar melihat Langit masih tertidur. Mentari mengambil jaketnya, ia pergi ke minimarket terdekat untuk membeli beberapa cemilan dan bahan makanan, biasanya selalu Langit yang melakukannya, tapi ia juga harus belajar menjadi istri yang baik untuk Langit, selama ini selalu Langit yang melakukannya. Ya... Sekali-kali juga tidak masalah melakukannya. Mentari pergi menggunakan mobil. Sebenarnya gawat kalau sampai Langit tahu. Ia bisa habis dimarahi pria itu, mau gimana lagi suaminya masih tertidur. Syukur tempat tujuannya tidak terlalu ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN