Setelah bebebrapa lagu mengalun di dalam mobil akhirnya Dzawin memutuskan untuk pergi ke kebun binatang.
"Ke kebun binatang mau Dis?." tanya Dzawin
"Kita mau study tour ya bang hahahaha."
"Nggak mau ya?."
"Eh siapa coba yang bilang nggak mau. Hayuk aja aku mah, lama juga nggak ke kebun binatang."
Tak berselang lama mereka sudah masuk kedalam kebun binatang, setelah sampai Dzawin langsung membeli tiket masuk.
*****
"Ihh lucu banget badaknya."
"Gemoyyy banget kuda nil nya"
"Ihh imut banget baby gajah itu."
"Hiiii geli ih lihat ularnya."
Itulah beberapa serentetan yang di ucapkan Gendis saat berkeliling kebun binatang bersamaan Dzawin, hingga kini mereka berada di kandang orang hutan.
"Dis sana foto dulu sama sodara kembar kamu." kata Dzawin
"Abang aja sana, biar aku yang ngefotoin. Cepet sana ih." balas Gendis sambal medorong tubuh Dzawin
"Biar adil kita foto sama-sama aja." putus Dzawin, merekapun akhirnya foto bersama orang hutan, nampah seperti keluarga bahagia hahaha
"Bang, udahan yuk. Aku laper hehehe." ucap Gendis sambil nyengir
"Mau makan apa?."
"Apa aja yang penting ada nasinya."
"Orang indo banget kamu ya dis."
Akhirnya mereka menuju food court yang ada di luar kebun binatang. Mereka berdua makan diselingi obrolan-obrolan random dari Gendis dan setelah selesai mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai sore.
"Nggak mampir dulu bang?." tanya Gendis saat mereka sudah sampai di depan rumahnya
"Emmmm boleh?."
"Ya boleh lah, kan aku yang nawarin, ayo masuk."
*****
Siang ini Gendis sedang memberikan les dirumahnya, tiba-tiba henpong jadoelnya berbunyi mendakan notif chat.
Cakra nyet?
|Nanti malem keluar cuy
Kemana?|
|Biasa
Oke|
"Udah selesai semua ya nulisnya, kalau udah beresin alat tulisnya."
"Seperti biasa siapa yang bisa jawab perkalian benar empat kali baru boleh pulang." ucap Gendis kepada anak-anak bimbelnya.
*****
Cakra Nyet ?
Ditempat biasa ya?|
|Iya dah lo langsung sini aja, ini udah pada sampai
Setelah limabelas menit perjalanan Gendis sampai di tempat dia dan bestainya itu nongkrong
"Sana lo pesen ndiri." ucap Romi
"Lah kagak lu pesenin juga tadi?." tanya Gendis
"Enggak lah siapa looo??." jawab bestai Gendis serempak
"Dasar emang bestai lo semua." ucap Gendis seraya menuju coffi counter untuk memesan minum.
Nggak kerasa udah hampir 3 jam Gendis, Romi, Aura dan Cakra obrolkan. Padahal semua yang di omongin nggak berfaedah samsek- sama sekali, cuma omonga-omongan random.
"Dah mau balik gue." ucap Gendis
"Ah elah lo datang telat pulang cepet, mau kemane lo.?" tanya Aura
"Perawan gak boleh pulang malem-malem, takut jauh jodoh."
"Nanti gak usah bayar, tadi udah gue bayari semua. Byeee assalamualaikum." pamit Gendis
"Gegayaan jauh jodoh lo Dis, btw makasih sering-sering aja." jawab Romi
"Dah lah gue juga mau pulang, gak baek cewek sendiri diantara lo berduwaaaaa." ucap Aura
"Pulang semua aja udah, kuy Rom." kata Cakra
*****
"Emang paling bener itu rebahan di kasur, nikmat tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan coba." monolog Gendis saat merebahkan badannnya dikasur tercintanya yang perlu waktu satu tahun untuk mengangsur sampe lunas.
Pesan untuk Gendis
Pesan untuk Gendis
Pasti kalian sudah tau itu suara apa, diambilnya hp yang tergeletak di samping kaki dan ternyata ada pesan dari nomor asing
+6282****
|Ini nomor aku, simpan ya Dis.
Gendis membuka foto profit untuk melihat siapa gerangan yang mengirimnya pesan seperti itu. Ternya profil nya kosong dan nama yang tertulis hanya ~DSP
"Nomor aku? lah aku siapa?? aneh ni orang. Poto profil juga kosong nama juga gak jelas, banyak tekanan hidup apa ada masalah apa sih ni orang." monolog Gendis
walaupun begitu Gendis tetap membalasnya
+6282****
Mohon maaf ini siapa ya??|
|Dzawin
Bang Dzawin adik ipar mbak Ayu?|
|Iya
| Emang ada berapa Dzawin yang kamu kenal?
Lha siapa tau Dzawin stand up comedy sekaligus youtuber itu hehehe|
Mamang penjual somay depan gang juga Dzawin namanya|
Halu lo kebangetan dis, dia paling juga gak tau kalau lo ada di dunia ini - Autor
Tidak ada balasan lagi dari Dzawin, tapi selang lima menit terdapat panggilan dari Dzawin
"Hallo, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Dis."
"Ada apa bang?."
"Udah kamu simpan nomor aku?."
"Hah! udah kok bang." Balas Gendis sedikit kaget
"Ya udah, assalamualaikum."
"Waalai-"
Tut
Panggilan dimatikan oleh Dzawin
"Lah gak jelas banget dah, ni orang satu. Telpon cuma buat tanya nomornya udah di save apa belum." ucap Gendis seraya menatap layar hpnya
Malam ini keluarga Gendis sedang berkumpul diruang TV yang merangkap jadi ruang tamu juga, sunggu pemandangan yang jarang sekali terjadi.
"Dis, kamu udah punya pacar apa belum sih?." tanya bapak Gendis a.k.a Anton
"Belum, kenapa emang pak?." jawab Gendis santai
"Cari sana lah dis, tuh anak bu RT baru lulus SMA aja udah mau nikah bulan depan." ucap sang mamak
"Ya elah, santai-santai nanti kalau udah waktunya datang juga nikah." jawaban Gendis
"Apa mau bapak jodohin aja sama anak temen bapak dis?."
"No no no, Gendis bisa cari sendiri."
"Gindis bisi ciri sindiri, tapi kagak dapat juga sampe sekarang." sindir sang mamak
Pesan untuk Gendis
Pesan untuk Gendis
Mbak Ayu
|Dis sekarang bisa kerumah mbak nggak?
Bisa, ada apa emang mbak?|
|Mbak mau minta tolong jagain anak-anak bentar,
|Mbak sama mas Dika mau kondangan bentar
Aku otw mbk|
Setelah berpamitan pada mamak dan bapaknya Gendis melajukan motor metik kesayangannya menuju rumah Ayu.
"Assalamualaikum, mbak Ayu." triak Gendis di depan pintu
"Waalaikumsalam, masuk Dis." jawab Dika
"Mbak Ayu mana bang, kok bang Dika yang bukain pintu?."
"Biasalah lah masih dandan."
"Emang mau kondangan di mana bang?." tanya Gendis setelah duduk di ruang tamu
"Pernikahan teman kantor Dis di hotel Y , maaf ya ngerepotin." jawab Dika
"Nggakpapa kali mas, tapi nanti pulangnya bawain martabak telur ya bang."
"Katanya nggakpapa, tapi minta imbalan." cibir Dika sebenarnya hanya gurauan
"Hehehe sekali-sekali bang."
"Iya nanti di beliin, cuma mau itu aja?."
"Emang kalau minta yang lain boleh?." bukanya menjawab Gendis malah membalas dengan sebuah pertanyaan
"Boleh." jawab dika
"Aku pengen punya rumah sendiri bang hehehe."
Makin kesini Gendis makin nggak ngotak -autor
Kan lo yang bikin gue kayang gini -Gendis
"Iya nanti abang beliin rumah berbie." jawab Dika
"Assalamualaikum." Terdengar suara salam dari luar
"Eh bang ada tamu, biar aku aja ya yang buka."
"Iya gih sana buka."Gendis berjalan membuka pintu
Klek!
"Waalaikumsalam, loh eh" jawab Gendis disertai rasa kaget setelah membuka pintu