"Waalaikumsalam, loh eh" jawab Gendis disertai rasa kaget setelah membuka pintu
"Loh Gendis, jadwal bimbeknya ganti malam kah?."
"Heheh enggak kok bang, masuk dulu bang Dzawin." ya tamu yang datang adalah Dzawin
"Loh katanya tadi nggak bisa Win?." tanya Ayu yang baru keluar dari kamar
"Aku nggak jadi keluar kak, lagi males." jawab Dzawin
"Tau gitu tadi kakak nggak ngerepotin Gendis.”
"Nggakpapa mbak Ayu, Gendis juga seneng-seneng aja. Dirumah juga nggak ngapa-ngapain." jawab Gendis
" Yaudah deh kalau gitu jalian berdua jagain anak-anak ya. Anak-anak ada di kamar, kakak berangkat dulu."
"Assalamualaikum." ucap Ayu dan Dika bersamaan
"Waalaikumsalam." Dzawin dan Gendis menjawab serempak
"Bang aku mau lihat Sandra sama Nino dulu ya."
"Iya."
*****
"Lagi belajar apa San?." Tanya Gendis yang melihat Sandra tengah duduk didepan meja belajaranya
"Eh kak Gendis, ini lagi baca-baca materi aja tapi udah selesai kok."
"Nino dimana San?."
"Tuh lagi di kamar mandi."
Setalah Nino dan Sandra selesai belajar mereka berkumpul di ruang TV
"Jalan-jalan keluar pada mau nggak?." tanya Dzawin tiba-tiba
"Mau om." jawab Nino antusias
"Udah sana pada ambil jaket." ucap Dzawin
"Aku juga di ajak bang?." tanya Gendis
"Iyalah, emang kamu mau dirumah sendirian?."
"Heheh ya enggak sih."
"Udah yuk, keburu malem nanti." ajak Dzawin
Akhirnya mereka berempat masuk mobil Dzawin. Nino dan Sandra di belakang, sedangkan Gendis didepan bersama Dzawin. Awalnya Gendis menolak dan ingin tukar dengan Sandra tapi ditolak mentah-mentah oleh gadis kecil itu. Didalam mobil hanya terdengar celotehan Sandra dan Nino dengan sesekali Gendis atau Dzawin tanggapi.
"Ini mau kemana om?." tanya Nino
"Nino maunya kemana?."
"Mau beli jajan yang pinggir jalan itu lo om." Balas Nino sambal menunjuk deretan penjual di sisi kanan jalan.
"Oke, yang lain gimana?." tanya Dzawin pada Sandra dan Gendis
"Sandra ikut aja om."
"Aku juga ngikut aja."
Akhirnya mobil itu melaju menuju tempat yang menjual jajan kaki lima.
*****
"Udah yuk turun." ajak Dzawin . Dengan antusias mereka semua turun dari mobil dan melihat gerobak yang berjajar dengan rapi dengan makanan yang terlihat menggiurkan.
"Om Sandra pengen telur gulung, cilok, cilor, tahu bulat, permen kapas."
"Nino juga mau om."
"Yaudah ayo kesana, terserah kalian mau beli apa aja tapi janji nanti di habisin." jawab Dzawin
Tempat pertama yang dituju adalah penjual terlur gulung. Mata Gendis melihat tempat penjual seblak dia ingin beli tapi lupa membawa dompet akhirnya dirinya memberanikan diri meminta pada Dzawin.
"Abang." ucap Gendis serasaya memegang lengan Dzawin.
Dzawin yang kaget dengan perlakuan Gendis yang seperti itu sontak menengok kearah kanan dimana gadis itu berada. Tak tau saja sedang ada disko di dalam d**a Dzawin.
"Apa?." Jawab Dzawin berusha menormalkan suranya
"E-eemm Gendis lupa bawa dompet, tapi pengen beli seblak." ucap Gendis gugup
"Terus?." Jawab Dzawin dengan mengakat dua alisnya
"Mau pinjem uang boleh?." tanya Gendis dengan puppy eyes dan muka sok imut
Akhirnya Dzawin membuka dompetnya dan memberikan satu lembar warna merah. Dzawin tidak kuat dengan tatapan memohon disertai puppy eyes andalan Gendis, yang semkain menambah kesan imut. Setelah uang di tangan Gendis langsung ngacir ke stand penjual seblak.
Setelah hampir 1 jam berputar-putar membeli jajanan itu mereka memutuskan untuk mencari tempat duduk untuk memakannya sekaligus istirahat karena ternyata melahkan setelah berkeliling.
"Mari kita makan." ucap Sandra bersemangat
*****
Derrrt derrt derrrt
Handphone Dzawin bergetar, dan telihat nama Ayu yang sedang menelepon
"Hallo, assalamualaikum mbak."
"Waalaikumsalam, kalian kemana kok nggak ada dirumah?." Tanya Ayu di sebrang sana
"Lagi keluar bentar habis ini juga mau pulang."
"Yaudah hati-hati."
Tut! panggilanpun berakhir
"Mbak Ayu udah pulang bang?." tanya Gendis
"Iya, udah selesai semua? ayo pulang."
Mereka membereskan sampah makanan yang mereka makan, dan seketika Gendis merasa de javu karena dulu saat liburan bersama keluarga besar Ayu dia dan Dzawin juga melakukan hal yang sama.
Saat perjalanan menuju mobil Sandra melihat anak kecil sedang merengek pada ibunya untuk membelikan permen kapas, tapi sang ibu tidak memiliki uang untuk membelikan apa yang di inginkan ananknya. Sandra merasa iba dan ingin memberikan permen kapas yang dimilikinya.
"Om ayo anter Sandra ke adek itu, sandra mau ngasihin permen sandra buat adeknya."
"Ya udah ayo." Akhirnya mereka berempat mendatangi ibu dan anak itu.
"Permisi, adek ini permen kapas kakak buat adek." ucap Sandra
"Eh eh makasih yang neng cantik."
"Adek jangan nagis lagi ya, kan udah dapat permennya." ucap Gendis
"Aduh makasih ya neng, adek , mbak dan masnya. Maaf ngerepotin." Ucap sang ibu dari anak kecil itu.
"Nggakpapa buk, nggak ngerepotin sama sekali kok." jawab Dzawin
"Ibu doakan semua keluarga kalian langgeng, murah rezekinya."
"Aamin." ucap Dzawin dan Gendis kompak dan setelah bebrapa detik Gendis baru konek dengan apa yang dia ucapkan
"Eeh kita buk..." ucapan Gendis dipotong Nino yang merengek ingin pulang karena sudah mengantuk, padahal Gendis ingin menjelaskan kesalah fahaman bahwa mereka bukan sebuah keluarga.
*****
"Dari mana aja kalian?." tanya Ayu sesampainya mereka tibu di rumah
"Kita tadi habis di jajanin om Dzawin mah. Jajannya banyak banget sampai perutku penuh." jawab Nino
"Yaudah kalian gosok gigi ganti baju terus siap-siap tidur udah malem." ucap Ayu pada anak-anaknya.
Setelah Nino dan Sandra berjalan menuju kamar mereka masing-masing, kini hanya tinggal Ayu, Dika, Gendis dan Dzawin yang berada di ruang Tv
" Cie yang habis kencan." goda Ayu
"Siapa yang habis kencan mbak? mbak Ayu sama bang Dika ya?." tanya Gendis
"Kamu sama Dzawin lah." Jawab Ayu sedikit geregetan
"HAAA!!!."
“Biasa aja nggak usah kaget gitu kali Dis, suara kamu itu loh bisa bangunin orang satu komplek.” Kata Ayu
“Maaf-maaf mbak, aku relfek soalnya.” Kata Gendis tidak enak
"Kita kan keluar bareng anak-anak mbak, nggak lagi kencan berdua aja." tuhkan mulai kumat lolanya Gendis
Dzawin yang mendapat godaan dari sang kakak hanya diam namum telinganya memerah tanda malu.
" Udahlah sayang , kamu nggak lihat tuh Dzawin telinganya merah karena kamu godaain." ucap Dika kepada sang istri yang terus menggoda sang adik
"Duh duh duh sayang sayangan nih." ucap Gendis dengan niat menggoda tapi malah kena batunya
"Iriiii bilang bosss. Bilang tuh sama Dzawin kalau kamu juga pengen di panggil sayang." jawab Ayu
"Loh kok bilang sama bang Dzawin sih, mbak Ayu mah aneh-aneh aja." Jawab Gendis bingung
"Tuh Dis martabak yang kamu pesen ada di meja makan." ucap Dika mengalihkan pembicaraan