Keributan dan Perkelahian

1131 Kata
Semua pandangan murid-murid perempuan langsung tertuju kepada Albert, mereka semua sangat terpesona dengan wajah tampan dan penampilan Albert yang keren, yang baru saja mereka lihat di SMA Garuda Bangsa. “OMG!” jerit Vitta, yang terpesona dengan ketampanan dan penampilan Albert yang sangat keren. “Ih!” Clara dan Reva langsung menghentikan langkah mereka, ketika mendengar Vitta menjerit seperti itu. “Apaan sih lo jerit-jerit kayak gitu?” tanya Clara. “Tahu! Nggak jelas banget!” ucap Reva. “Ada pangeran guys.” “Pangeran apaan maksud lo?” tanya Clara. “Tuh coba lihat!” Vitta menunjuk Albert dengan penuh senyuman. Clara dan Reva kemudian langsung menoleh ke arah Albert, yang sedang berjalan menuju kantin, bersama Gerald, Tevi dan Rival. “Astaga! Keren banget tuh cowok!” ucap Reva yang mendadak terpesona dengan Gerald. “Ganteng, keren, putih banget lagi kayak bule! Sumpah! Tuh cowok bikin gue klepek-klepek banget!” ucap Vitta. “Iya ih! Tuh cowok siapa sih? Kok perfect banget?” ucap Reva. “Apaan sih lebay banget lo berdua!” ucap Clara. “Tuh cowok cuma menang putih doang, masih perfect Gerald kali ke mana-mana.” “Apaan sih lo Clar?” ucap Reva. “Ya lebih perfect tuh cowok lah. Gantengnya dapet, kerennya dapet, bulenya juga dapet. Mantap!” “Gantengnya karena putih, mendingan Gerald lah, gantengnya alami tanpa efek apa-apa.” “Terserah lu!” ucap Vitta. Gerald, Albert, Tevi dan Rival lalu berjalan melewati mereka bertiga. “Mamah keren banget ih!” Vitta benar-benar merasa sangat terpesona dengan Albert. “Iya ih!” begitupun juga dengan Reva. “Kita ikutin dia yuk!” “Yuk!” Saat Vitta dan Reva melangkah untuk mengikuti Albert, mereka tak sengaja menabrak Liora CS yang baru saja melangkah di depan mereka. Hal itu sontak langsung membuat mereka berjatuhan. “Aw!” Clara hanya terdiam melihat mereka terjatuh. “Ih! Kalau jalan yang bener dong!” bentak Reva kepada Liora CS. “Iya! Kalau jalan tuh pake mata dong! Jangan asal nyelonong aja.” bentak Vitta. “Lah!” Liora, Alexa, dan Elina mendadak keanehan, sebab Reva dan Vitta yang menabrak, tapi mereka yang marah. Mereka lalu kembali berdiri. “Kok jadi kalian yang sewot sih? Orang kalian yang nabrak kita, kok.” ucap Elina. “Gila lu ya! Otak lo di mana?” bentak Reva. “Jelas-jelas lo bertiga yang nabrak kita, kenapa jadi kalian yang bilang ditabrak!” “Buta kali! Nggak punya mata!” ucap Vitta. “Lo yang buta!” bentak Alexa. “Jelas-jelas lo sama temen lo yang nabrak kita, kok malah lo berdua yang nyolot! Otak mana otak hah?” Gerald, Albert, Rival dan Tevi langsung menghentikan langkah mereka, lalu menoleh ke arah Liora CS yang sedang beradu mulut dengan Clara CS. “Elo yang otaknya di mana?” bentak Reva. “Ngaca woy ngaca! Elo bertiga yang nabrak!” “Heh Reva, Vitta! Kita itu tadi lagi jalan, terus kalian tiba-tiba nabrak kita, jelas kalianlah yang nabrak. Kenapa malah kalian yang bilang kalau kalian yang ditabrak?” ucap Liora. “Udah ya! Kita laper, kita mau makan. Udah ayo guys!” “Dih! Sok kecantikan banget!” ucap Clara. Liora menatap Clara sejenak, kemudian dia menggandeng tangan Alexa dan Elina, lalu kembali melangkah. Namun tak lama kemudian, Clara menghadang kaki Liora dan Alexa hingga mereka terjatuh. “Aw!” “Al, Ra!” Elina dengan cepat langsung membantu Liora dan Alexa kembali berdiri. “Ih! Apaan sih lo?” Liora mendorong Clara dengan kesal. “Maksud lo apa ngehadang kaki gue?” Clara tersenyum miring. “Kenapa? Nggak terima lo hah?” Vitta dan Reva tersenyum. “Sikat Clar!” “Jelaslah gue nggak terima!” bentak Liora. “Maksud lo apa kayak gitu?” “Nggak usah sok kecantikan deh lo! Jijik tahu nggak gue ngelihatnya!” “Kenapa? Masalah buat lo? Lo iri ya sama gue? Karena Gerald bisa jadi cowok gue, nggak jadi cowok lo.” “Maksud lo apa bawa-bawa Gerald?” “Heh cewek gila! Gue udah tahu ya sifat lo kayak gimana?” bentak Liora. “Elo itu suka kan sama cowok gue? Makanya lo kesel sama gue, karena gue yang bisa dapetin dia.” “Nggak usah sembarangan ngomong lo! Siapa juga yang suka sama cowok lo?” “Nggak usah munafik lo! Gue udah ngelihat gimana capernya elo ke cowok gue waktu tanding volley kemarin. Lo pikir gue nggak tahu hah?” “Heh Clara!” bentak Alexa. “Sahabat gue si Liora ini, dia emang cantik. Semua orang tahu kalau Liora ini cantik. Lo nggak usah iri sama sahabat gue? Dasar lo manusia nggak jelas!” “Diem lo! Muka kayak Mak Lampir aja banyak bacod.” “Apa lo bilang hah?” Alexa mendorong Clara dengan penuh amarah hingga membuat Clara terjatuh. “Aw!” “Clara!” Vitta dan Reva langsung membantu Clara kembali berdiri. “Wah! Ngajak ribut nih mereka!” ucap Vitta. “Hajar aja guys!” ucap Reva. “Yeah! Cewek-cewek kecentilan kayak mereka ini harus dikasih pelajaran.” ucap Clara dengan penuh amarah. “Ayo sini maju! Kalian pikir kita takut sama cewek spek waria kayak kalian? Nggak layaw.” ucap Elina. “Wah! Bener-bener!” bentak Clara, kemudian mendorong Liora, Alexa dan Elina. “Aw!” “Cukup ya! Kesabaran gue udah abis!” bentak Alexa. Alexa kemudian kembali berdiri, lalu mendorong Clara hingga dia terjatuh lagi. Setelah itu Liora dan Elina pun kembali berdiri, kemudian mendorong Reva dan Vitta hingga mereka terjatuh juga. Keributan antara Clara CS dan Liora CS pun terjadi. Membuat banyak murid langsung berkumpul. Namun bukannya melerai, mereka malah bersurak mendukung keributan mereka. “Astaga! Ribut tuh mereka!” ucap Tevi terkejut, melihat Clara CS dan Liora CS berkelahi. “Pisahin ayo pisahin!” ajak Tevi. Gerald, Albert, Tevi dan Rival lalu langsung berlari menghampiri mereka, kemudian langsung melerai mereka. Tevi dan Rival berusaha untuk memisahkan mereka. Sementara Gerald dan Albert hanya berteriak agar mereka berhenti berkelahi, sebab mereka tidak bisa menyentuh perempuan. “HEI UDAH JANGAN PADA RIBUT!” teriak Gerald. “HEI JANGAN RIBUT NANTI DILIHAT GURU!” teriak Albert. Sampai tiba-tiba, Clara terpental menabrak Gerald, dan Vitta terpental menabrak Albert. Mereka semua lalu terjatuh dan saling bertatapan juga bersentuhan. “OMG! GANTENG BANGET!” ucap Vitta dalam hati, dia malah terdiam karena terpesona menatap Albert yang kini berada di bawahnya. “AWW GERALD!” ucap Clara dalam hati. Dia juga malah terdiam karena terpesona menatap ketampanannya Gerald yang kini berada di bawahnya. Hal itu membuat Gerald dan Albert langsung jantungan, sampai akhirnya membuat mereka pingsan. “GERALD!” teriak Liora. “ALBERT!” teriak Alexa. Liora dan Alexa sangat terkejut begitu melihat Gerald dan Albert pingsan. Begitupun dengan Clara dan Vitta, mereka langsung menjauh dari tubuh Gerald dan Albert.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN