Duduk bersebelahan di pinggiran kasur, masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri-sendiri. Puput masih memikirkan ciuman Aldi di bibirnya, sementara Aldi masih kebingungan menemukan makhluk unik dan aneh seperti Puput. Perlahan wajah Puput yang merona menoleh ke arah Aldi dan kembali ia terpana melihat wajah lelaki itu dari samping. Satu tangannya terulur diikuti oleh tangan lainnya. Ia memegang wajah tersebut sambil berdiri. Kini posisinya keduanya saling berhadapan. Wajah Puput menunduk dan Aldi tengadah. Namun, tatapan keduanya sungguh berbeda makna. Aldi menyiratkan kekhawatiran atas keselamatan dirinya menghadapi Puput yang tiba-tiba saja berani memegang wajahnya dengan tatapan yang terus tertuju pada bibirnya. "Put? Mau ngapain kamu, Put?" tanya Aldi mulai deg-degan. "Kala

