Saat mengiringi langkah Puput seraya menuntunnya, lelaki muda yang sedang kasmaran itu merasa aneh sendiri. Selama ini, ia selalu menolak ketika ibunya minta diantar belanja, bahkan di butik-butik sepanjang Saint Germain des Prés, Paris, Perancis pun, ia memilih duduk menunggu di cafe pinggir jalan menikmati udara Baginya, kegiatan belanja adalah kegiatan yang membosankan dan membuang sia-sia waktunya yang berharga. Tapi, kepada Puput, ia justru menawarkan dirinya terjun pada kegiatan yang tidak disukainya itu dengan sukarela dan sukacita. Ia memandang Puput sambil berpegangan tangan dari samping, wajah gadis itu kembali ceria dan antusias menatap ke depan, dengan rambut kuncir kuda yang bergoyang kiri kanan saat melangkah. Pemandangan yang menggetarkan hatinya. "Pak, ke tempat kerin

