Menangislah Sepuasmu

1733 Kata

Aldi menggenggam kedua tangan Puput yang sedang menatapnya, menunggu rujak bibir dimulai, tapi tidak ada tanda-tanda kalau hal itu akan dilakukan, karena Aldi hanya mematung, membalas tatapan Puput. "Apa yang kamu rasakan kalau kita bertemu dan saat berduaan seperti ini?" tanya Aldi. "Senang. hanya Bapak yang bisa aku lihat wajahnya selain mama papa dan tiga temanku," sahut Puput apa adanya. "Hanya itu? Sebatas senang? Apa bedanya aku dengan teman-temanmu itu?" Perasaan Aldi bagai didorong ke dalam jurang. "Ada bedanya sih, Pak. Kalau teman-temanku punya pacar, banyak yang suka, aku biasa aja, tapi kalau Bapak ... aku iri sama Kirei, aku gak suka kalau dilihatin cewek-cewek," jawab Puput sejujurnya. Perasaan Aldi yang sudah terhempas ke jurang tiba-tiba kembali, membuat rona merah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN