CHAPTER 43 Keduanya tengah menikmati cemilan yang ada, ketika pesawat yang tampaknya tak butuh waktu lama sampai lepas landas di sebuah bandara. "Cepet, ya." "Pesawat jet pribadi," kata Indira menggedikan bahu. Keduanya pun turun dari pesawat, dan melihat sekitaran yang terlihat asing bagi Brendon yang memang jarang keluar masuk daerah, hanya keluar negeri. Ia tahu mereka masih di Indonesia karena masih ada kedai atau hal lain bertuliskan bahasa persatuan tersebut. "Kita di mana?" tanya Brendon, menoleh perlahan di samping namun yang diajak bertanya menghilang. Ia mencari-cari letak istri mungilnya itu. "Mas, cepetan!" Yang nyatanya sudah masuk ke dalam taksi yang tersedi

