CHAPTER 45 Indira tidak kaget ketika bangun tahu-tahu ada Brendon yang memeluknya, di mana mereka saling berpelukan dan Indira yang bertubuh mungil seperti tenggelam di dekapan Brendon. Sebaliknya, gadis itu senang dan bahagia. Ia tersenyum dan menyentuh pipi suaminya yang masih tidur nyenyak itu. Rahangnya tegas, tetapi bagian pipinya bisa dibilang empuk dan enak ditekan-tekan. Terutama, hidung mancung Brendon yang Indira iri karenanya. Ia memang terbilang mancung, tetapi ia rasa pipinya membuat bagian itu agak tenggelam. Andai bisa meminta, Indira ingin sebagian kemancungan Brendon kepadanya. Ia tanpa sadar memainkan hidung Brendon, yang membuat sang suami agak terganggu. Pemuda itu membuka mata, sontak menatap tangan I

