52. Kebohongan Jadi Bom Waktu

1446 Kata

"Mami sama Papi benar-benar nggak bisa dukung aku? Padahal ini semua kan demi kebahagiaan aku." Suara Senna terdengar saat akhirnya ia memberanikan diri memecah keheningan yang terjadi di meja makan pagi itu. Sejak Dia turun dari kamar tadi, suasana di ruang makan memang terasa lebih suram daripada biasanya. Bahkan kedua orang tuanya pun sama sekali tidak memberikan sapaan, atau bertanya tentang dirinya. Biasanya mereka akan mengobrol ringan. Sendok di tangan Riris terhenti. Wanita itu menoleh, menatap putrinya dengan tatapan yang berusaha ia buat tersenyum, tapi jelas sekali idak bisa menutupi rasa kecewanya. "Honey, berapa kali lagi Mami harus bilang? Mami sama papi nggak bisa setuju cara kamu ini. Kita bukan keluarga suka berbohong dan membangun sesuatu dari kebohongan nggak bisa dino

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN