53. Pupuskah (?)

919 Kata

"Menurut saya, sebaiknya kehamilan Senna dipastikan dulu, Nek," suara Stella terdengar hati-hati. Wanita itu duduk berhadapan dengan Hamidah di ruang kerja. Tangan Stella meremas tas yang ia bawa, matanya menatap serius pada wajah Hamidah. Stella sengaja datang pagi itu untuk membawakan roti bolu kesukaan Hamidah. kemudian mereka memutuskan untuk mengobrol mengenai hal yang terjadi sewaktu makan malam. "Kalau memang benar Senna hamil, pasti nanti keliatan. Jadi ini enggak akan cuma jadi tuduhan aja Nek." Hamidah yang duduk di kursi kerjanya hanya menatap Stella, lalu kembali memandangi tumpukan dokumen di mejanya. "Kamu masih ragu, Nak? Nenek ini sudah melihat cukup banyak dalam hidup. Perubahan itu nyata di tubuh anak itu. Lihat saja caranya kemarin di meja makan, wajah pucatnya, per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN