"Nikah itu nggak cuma soal perasaan kamu, Senna.” Danu menghela napas panjang. “Hidup sama orang yang kamu cintai memang bikin happy, tapi pernikahan lebih panjang dari itu. Ada tanggung jawab, ada salah paham, ada pengorbanan." Riris menimpali, "Dan jangan lupa, bukan cuma soal bahagia kalian berdua, tapi juga soal bagaimana kalian menghadapi hari-hari dan masalah nanti. Karena menikah sama dengan kalian siap dengan semua hal termasuk masalah dan hal-hal terburuk" Senna menunduk, merenungkan ucapan itu. Sejenak ia diam, lalu angkat kepala. "Aku ngerti, Mi, Pi. Aku tahu hidup enggak akan selalu lurus. Tapi aku minta satu hal, kasih aku semangat ya Mi, Pi. Aku bukan anak kecil lagi, aku tahu yang aku pilih." Suasana menjadi hening sesaat. Riris menatap Danu, lalu tersenyum tipis. Mereka

