50. Rencana

1160 Kata

"Pi, Mi, aku sama Om ada yang mau disampaikan." Suara Senna terdengar bergetar, karena ia juga merasa takut harus menceritakan masalah ini kepada kedua orang tuanya. Ruang keluarga sore itu dengan tirai jendela setengah terbuka, membiarkan cahaya matahari redup masuk. Danu, menoleh dari koran yang ia baca. Alisnya langsung berkerut melihat ekspresi serius putrinya dan Devan yang duduk di sebelah. Riris, ikut menatap penuh tanda tanya. "Apa, sayang?" Danu bertanya, penasaran. Senna menelan ludah, tangannya terasa dingin menggenggam erat jari Devan, seolah meminta keberanian. Devan mengangguk kecil, seolah memberi kode bahwa ia akan bicara duluan seperti keinginan Senna. "Nu, Ris, Kami memutuskan untuk memberitahu tentang sesuatu yang mungkin cepat atau lambat akan sampai ke telinga ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN