49. Biarin Aja Mereka Pikir Aku Hamil

1090 Kata

"Om, bisa ketemu sebentar nggak? Aku mau ngomong serius." Setelah pertemuan malam itu, Senna sama sekali tidak bisa mengalihkan pikirannya. Kata-kata Nenek Hamidah tentang kehamilannya masih berputar-putar di kepalanya, tidak kunjung hilang. Senna tiba-tiba tersenyum, karena semakin dipikirkan, semakin Senna sadar kalau mungkin tuduhan itu bisa ia jadikan jalan keluar. Bukannya ia senang karena nenek salah paham, tapi untuk sekali ini, ia merasa kebohongan kecil mungkin bisa membantu mereka. "Sekarang? Kamu di mana saya jemput." Senna sempat ragu, tapi akhirnya ia bilang, "Aku bisa ke tempat Om aja? Biar kita bisa ngobrol tanpa diganggu." Devan terdiam beberapa detik, agak kaget dengan usulan itu, tapi ia tahu, Senna pasti punya alasan. "Oke, saya kirim alamat, saya tunggu kamu." Tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN