"Gimana caranya biar dia bisa cepat sembuh? Bisa percaya lagi sama gue? Apa gue bisa nyembuhin luka setelah semua yang gue lakuin ke dia?" Bibirnya terus bertanya pada dirinya sendiri dan pikirannya hanya memikirkan bagaimana caranya agar kita bisa sembuh dan bisa menerimanya kembali. Lift apartemen berhenti di lantai tempat Devan tinggal. Ia melangkahkan kaki keluar, pikirannya terasa berat, ia belum juga bisa berhenti berpikir sejak meninggalkan rumah sakit tadi. Bayangan wajah Senna yang pucat, kurus, dan tatapannya yang sayu terus menghantui benak dan membuat hatinya terasa ngilu. Sejak parkiran tadi, sepanjang perjalanan, mobilnya melaju tanpa ia benar-benar sadar kemana ia melajukan kemudian. Suasana malam ini pun tidak ia sadari, padahal langit yang gelap penuh dengan bintang-bin

