59. Mau Jauhin Kamu

1513 Kata

Malam itu jalanan sudah mulai lengang ketika mobil hitam milik Devan meluncur pelan meninggalkan restoran. Lampu jalan berderet di sisi kanan-kiri, menyinari wajah Senna yang masih berseri-seri setelah makan malam spesial mereka. Di kursi kemudi, Devan tampak tenang, tetapi sesekali melirik gadis di sampingnya dengan senyum yang tak pernah hilang. Senna merapatkan tubuhnya ke jok, tangannya memainkan ujung tas kecil yang ada di pangkuannya. Perasaannya campur aduk bahagia, gugup, sekaligus deg-degan membayangkan masa depannya bersama Devan. "Om," panggil Senna sambil menoleh, suaranya terdengar pelan, ragu-ragu. "Hm?" Devan menoleh sekilas. "Kenapa, Sayang?" Ia bertanya lalu menatap kembali kedepan. Senna menggigit bibirnya sebelum menjawab. "Aku kepikiran soal pernikahan kita. Aku t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN