"Ah, sial,” umpat Adam sambil menatap layar ponsel yang gelap setelah mematikan notifikasi kerjaan. “Udahlah, sekali-kali gue sendirian aja. Lagian dia pengen kasih kejutan buat Senna juga," pikir Adam. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, ia memutuskan tidak lembur di kantor. Biasanya, walaupun keluar lebih cepat, ia akan menyeret Devan untuk mencoba restoran baru atau sekadar duduk di lounge hotel sambil ngobrol. Tapi belakangan, Devan terlalu sibuk dengan Senna, dan Adam merasa tidak enak terus-terusan merecoki kebahagiaan sahabatnya itu. Ia melangkah ke sebuah café yang baru buka di pusat kota. Dari luar, kaca besar memperlihatkan interior hangat dengan lampu temaram dan desain industrial minimalis. Aroma kopi segar langsung menyergap begitu ia mendorong pintu masuk

