"Akhirnya selesai juga, capek banget," gumamnya pelan. Suara bel kampus akhirnya berbunyi, menandai kelas sore itu selesai. Senna segera memasukkan buku catatan ke dalam tasnya. Ia menghela napas panjang. Begitu berdiri, ia merapikan tas dan bajunya yang terasa sedikit sempit. Sejak beberapa hari terakhir, ia mulai sadar tubuhnya berubah, beberapa pakaian favoritnya sudah tidak muat. Itu membuatnya agak kurang percaya diri. Di luar kelas, lorong dipenuhi mahasiswa yang bergerak keluar. Suara tawa, obrolan, dan langkah kaki bercampur jadi satu. Senna menuruni tangga perlahan, berniat langsung pulang. Namun, suara seseorang memanggil membuatnya menoleh. "Senna!" "Gallen?" sapa Senna tersenyum tipis, sedikit canggung. "Baru selesai kelas ya?" tanya Gallen sambil mengangkat alis. "Iya,

