28. Belum Sepenuhnya Melupakan

1609 Kata

Setelah dari butik, Devan dan Stella memutuskan untuk kembali ke apartemen Devan. Perjalanan mereka cukup sunyi. Devan mengemudi tanpa banyak bicara, dan Stella tampaknya terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri. Wanita itu terlalu senang hingga tak bisa berhenti tersenyum sejak fitting gaun tadi. Begitu sampai, Stella langsung berjalan masuk dan menjatuhkan diri ke sofa sambil menghela napas lega. "Mas, hari ini aku happy banget. Makasih ya," katanya sambil menoleh ke Devan yang baru saja menaruh kunci mobil di atas meja. Devan melirik sekilas lalu duduk di sisi lain sofa. "Iya, sama-sama, senang denger kamu happy." Stella memutar tubuhnya menghadap Devan, lalu menggenggam tangan pria itu. "Kita udah fitting, udah milih tempat, dan cincin ini—" Ia mengangkat tangan kirinya, menunjukkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN